• kompetensiSaya ini kuliah S1 di program studi teknologi pendidikan. Kalo lulus, kompetensinya apaan ya? Nah kalo lanjutin S2 atawa S3, kemampuan yang akan saya kuasai apa? Ini adalah pertanyaan saya sendiri ketik kuliah S1 Teknologi Pendidikan. Rupanya, ketika saya ndoseni TP di UNJ, pertanyaan serupa juga banyak dilontarkan oleh mahasiswa.

    Begini ceritanya, kawan!

    Kalao kita mengacu pada definisi teknologi pendidikan menurut AECT tahun 2004, maka teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam merancang, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan mengevaluasi proses dan sumber belajar. Oleh karena itu, kawasan bidang garapan teknologi pendidikan adalah seperti digambarkan dalam diagram berikut:

    Jadi, seorang sarjana teknologi pendidikan dapat menjadi profesi sebagai berikut:

    • Perancang proses dan sumber relajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi perancangan sistem pembelajaran, desain pesan, strategi pembelajaran dan karakteristik pebelajar;
    • Pengembang proses dan sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan teknologi cetak, teknologi audiovisual, teknologi berbantuan komputer dan teknologi terpadu lainnya.
    • Pemanfaat/pengguna proses dan sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pemnafaatan media pembelajaran, difusi inovasi pendidikan, implementasi dan institusionalisasi model inovasi pendidikan, serta penerapan kebijakan dan regulasi pendidikan.
    • Pengelola proses dan sumber belajar; dengan lingkup pekerjaan meliputi pengelolaan proyek, pengelolaan aneka sumber belajar, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan sistem informasi pendidikan.
    • Evaluator/peneliti proses dan sumber relajar; dengan lingkup pekerjaan meliputi melakukan analisis masalah, pengukuran acuan patokan, evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan penelitian kawasan pendidikan lanilla.

    Nah, kamu mo pilih yang mana? hayooooooooo !

    Perlu diingat bahwa, mengacu pada definisi di atas dan definisi AECT tahun 2004, yang mengatakan bahwa teknologi pendidikan sebagai studi dan praktek etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menerapkan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang tepat. Kedua deifnisi tersebut telah memperjelas batasan lapangan pekerjaan teknolog pendidikan. Tujuan utama teknologi pendidikan tidak hanya memecahkan masalah belajar tapi juga meningkatkan kinerja. Definisi ini lebih memperjelas bahwa lapangan pekerjaan teknolog pendidikan cukup luas, tidak hanya terbatas di lingkungan persekolahan saja tapi lebih jauh juga meliputi lingkungan non-persekolahan seperti organisasi pada semua sektor baik pemerintah maupun swasta sejauh terkait dengan upaya pemecahan maslah peningkatan kinerja melalui proses pembelajaran (isntrcutional proceses).

    Nah pertanyaan berikutnya, kalo S1 kedalamannya dalam hal apa saja dan sejauh mana? Apa bedanya dengan S2 dan atau S3? Ini pertanyaan lain bung! Tapi, dapat dijelaskan koq.

    Prof Yusufhadi Miarso, tahun 2004 telah melakukan suatu survey dan menganalisis kompetensi teknologi pendidikan untuk jenjang S1, S2, S3 seperti digambarkan dalam diagram sebagai berikut:

    Nah, silakan lihat sendiri. Kalo Anda S1, penekanannya dimana? apakah dalam desain, pengembangan atau pemanfaatan? Begitu pula dengan S2 dan S3.

    Sebenarnya, Prof. Yusufhadi Miarso, membagi kawasan bidang garapan teknolog pendidikan menjadi enam, dimana Ia menambahkan kawasan penelitian estela kawasan evaluasi. Diagram di atas menjelaskan perbedaan kompetensi teknolog pendidikan antara strata 1 (S1), strata 2 (S2) dengan strata 3 (S3). Tampak jelas bahwa kompetensi S1, lebih ditekankan pada kawasan pemanfaatan/penggunaan. Sementara, untuk S2 lebih menekankan pada fungsi pengelolaan, penilaian dan penelitian disamping perancangan (desain) yang setingkat dibawah S3. Untuk S3, lebih memfokuskan diri pada penilaian dan penelitian disamping perancangan. Hasil survey ini telah memberikan gambaran bagi lembaga penyelenggara pendidikan porgram studi teknologi pendidikan dalam menyusun kurikulum serta kebutuhan sumber daya laninnya untuk menunjang pendidikan jenjang S1, S2 dan S3.

    —-
    Sumber:
    1. Barbara B. Seels & Rita C. Richey, Instructional Technology: the Definition and Domains of the Fields, 1994
    2.Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, 2004

    This entry was posted on Monday, September 15th, 2008 at 2:35 pm and is filed under Technology. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
  • 59 Comments

    Take a look at some of the responses we've had to this article.

    1. riki
      Oct 12th

      bagus nih bahasan bapak
      terima kasih pak wacananya
      salam dari TP unesa

    2. kembali kaasih….

    3. IDA RIANAWATY
      Dec 11th

      BAGUS NIH BAHASANNYA, PUNYA BUKU AECT 2004?

    4. Ada, saya punya. gimana cara delivernya?

    5. anisah
      Dec 27th

      ass,,,
      perkenalkan dulu deh,,,
      mungkin aku masih dibilang anak barudi dunia TP, tapi aku pengen tau banget hal-hal apa seh yang dijadikan topik perbincangan di blok ini,,,
      aku kul di univ. negeri malang,,,
      masih semester 3,,,
      dan yup,,aku ada di jurusan TP ini.

      aku pengen ikut bagi-bagi pikiran aja,siapa tau bisa nambah wawasanku,,

      gak papa kan???

    6. fanzdy S2 TP UNS
      Dec 29th

      OK2.. saya ngerti tentang berbagai kawasan teknologi pendidikan. bahkan landasan teorinya tentang 5 aspek pun aku juga sedikit paham. tapi ??? aplikasi secara maksimal oleh para teknolog tentang 5 bidangnya itu masih sangat kurang. kompetensi lulusan TP pun juga sangat memprihatinkan. gimana nih???

    7. untuk Nisa, gak pa apa. silakan aja register dan berbagi ide disini. Tapi alangkah baiknya juga kalo nisa buka http://tpers.net karena yang ini adalah blognya untuk mahasiswa. silakan register disitu dan nulis disitu apa saja dengan bahasa gaulpun gak pa apa. bebas, asal tentang teknologi pendidikan. That’s all

    8. untuk mas Fandzy. memang begitu adanya. Karena mungkin padepokan TePe adalah padepokan baru dalam dunia persilatan di Indonesia. Bahkan jabatan fungsional TePe pun sampai detik ini belum berhasil. Ayo dong kita berjuang …. he he he

    9. andri
      Jan 10th

      Terimakasih Atas adanya kompetensi lulusan Tp di website ini, sehingga saya mampu menyelesaikan tugas kuliah semester.

    10. Ikut senang, kalo bisa bermanfaat

    11. teti
      Jan 19th

      Apa beda teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran? atau sama saja. thanks

    12. Jun 13th

      Prospek kerja anak jurusan teknologi pendidikan itu gimana?OK

    13. Kaisar Adheep
      Jun 21st

      Saya Alumni TEP angkatan 99 Universitas Negeri Malang
      Sekarang malah kelola warnet ama IT
      Temen2 seangkatan yang banyak malah jadi guru, susahnya, meski uda mengajar 3-5 tahun, tapi tetep aja ga bisa keangkat PNS, soalnya ijazahnya SPD tep, bukan per fak mata pelajaran.
      Temen2 yang lain kebanyakan di videografi ato fotografi, wartawan, dan semacamnya

    14. Jul 6th

      Saya mau tanya apa anak TP bisah menjadi seorang guru komputer? terimah kasih. Oke

    15. Jul 6th

      Saya mau tanya apa anak TP bisah menjadi guru Komputer? Oke makasi

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      memfasilitasi pembelajaran adalah salah satu keahlian lulusan TP. Jangankan jadi guru komputer guru olah raga juga seharusnya bisa

    16. Doetz
      Jul 17th

      Intinya..ntar kerjanya jd apa jja??

    17. Aug 30th

      Prospek kerja anak tep itu kemana ya????? aku binggung. mohon balasanya. Oke makasi

    18. M.Herynen
      Sep 1st

      Lam kenal, saya alumni TEP 99 UM. Saya mau menggaris bawahi artikel diatas bahwa Seorang sarjana teknologi pendidikan dapat menjadi profesi sbb : Pengembang proses dan sumber belajar; Pengelola proses dan sumber belajar, Evaluator/peneliti proses dan sumber relajar; dst. Nah permasahannya, bahwa profesi tsb diatas itu blm ada. (dan penjabaranya msh ngambang atau tidak jelas). silahkan dicek Ke Sekolah/Kampus.blm ada peofesi seperti itu. Yang ada ya profesi Guru/Waka Kurikulum….Knp Jabaran Teknologi Pendidikan bgitu membingungkan, bahkan smpai thn 2009 ini, seolah-olah kita blm pny jati diri. Kita memang berjuang sndiri…hmpr smua teman-teman bgitu. kalaupun kita berada diSD/SMP/SMA bukan posisi PNS yang kita incar, tapi pengakuan jurusan kita oleh PEMERINTAH

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      Apa yang disampaikan Bapak, faktanya memang beanr adanya demikian. Apa yg saya sampaikan adalah berdasarkan pakem atau konep teori ke-TP-an. Sebenarnya bukan profesinya yang membingungkan, keberadeaaan lapangan pekerjaan di Indonesia secara keseluruhan yang membingungkan. Maksud saya justeru inilah yg harus kita perjuangkan keberadaan profesi seperti tersebut diatas agar terjadi dalam konteks lapangan pekerjaan di Indonesia. Maklum, TP merupakan padepokan termuda dalam dunia persilatan ilmu pendidikan di Indonesia, baru berkembang sejak tahun 1970-an, itupun akhir (sekitar 1978 or 1979-an). Namun, Alhamdulillah, baru-bari ini, kami dan kawan-kawan telah berhasil mengusulkan jabatan fungsional pengembang teknologi pembelajaran dan telah disetujui oleh Menpan. Ini merupakan titik awal pengakuan profesi ke-TP-an oleh pemerintah.

    19. Sep 5th

      yang bapak sampaikan memberikan pengertian, gambaran dan pemahaman yang lebih jelas tentang lingkup TP. tx sir

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      Teirma kasih. Mari kita perjuangkan profesi ke-TP-an ini.

    20. Ruddy - Cikampek
      Sep 8th

      Memang betul apa yang dikatakan Mas M. Herynen, saya setuju dengan kakak angkatan saya. Saya sendiri TEP angkatan 2001 Univ. Negeri Malang (UM). Selama saya kuliah, saya selalu aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi mahasiswa.

      Swaktu kuliah TEP begitu “indah”, namun sesungguhnya “tidak indah”.
      Hal ini saya rasakan pada saat setelah lulus, pekerjaan bagi profesi TEP kurang dikenal si SD-MA/SMK, bahkan ada tenaga pendidik di sekolah yang mengatakan “ini jurusan apa ?” Klo di Industri apa lagi, mereka lebih-lebih tidak mengenal, masih banyak perusahaan besar yang tidak mengenal TEP. Ini menurut pengalaman yang saya alami.

      Jalan keluarnya yang PALING TERHORMAT adalah WIRAUSAHA DI BIDANG “TEPAT GUNA TEKNOLOGI PENDIDIKAN”. Ini satu-satunya masa depan yang PALING AMPUH bagi TEPer Mania. Saya udah menjalaninya selama 3 tahun ini, hasilnya lumayan lah: kemampuan saya bisa lebih optimal dibanding jadi PNS ato Karyawan Swasta.

      Salam Zupper u/ anak2 TEP & Dosen TEP UM Malang.

    21. Oct 20th

      duh….saya kayaknya lintas kawasan pak…

    22. hmmmm….buat temen TP jangan pesimis dong, tetap semangat..kebetulan aq juga salah satu alumni TP UNM Makassar, waktu aku kuliah dulu aq juga punya pertanyaan yang sama bahkan sempat mau pindah jurusan lho, tapi aq coba yakinin diri bahwa jurusan apapun itu kembalinya ke diri kita sendiri juga, klo kita punya kompetensi pasti kita dibutuhkan sama dunia kerja.
      bicara tentang kompetensi…sebenarnya banyak kok kompetensi yang bisa diberikan oleh TP, tinggal kita sendiri yang milih kemampuan apa yang mau kita dalami.

      salam ya buat keluarga besar TP…Kisahmu tak pernah usai

    23. untuk Dedho. salam juga. mari kita sama-sama berjuang di jalan kita masing-masing. Padepokan Teknologi Pendidikan memang masih relatif baru. Baru sekitar tahun 79-an lahir di Indonesia. Kalo masalah pekerjaan, kondisi negeri ini memang begini adanya. he he he jadi, kembali pada diri sendiri…

    24. Nov 13th

      Ass semua teman TP. semangat selalu. saya baru coba buka- buka situs mengenai perkembangan TP sekarang ini, selama ini saya sangat sibuk dengan pekerjaan sehingga saya lupa dengan perkembangan TP dan adik2 saya sejurusan TP dimana saja berada. Perkenalkan saya adalah alumni TP IKIP Padang yang sekarang berubah nama menjadi Universitas Negeri Padang. Saya lulusan 1991dan sejak lulus telah berbagai pekerjaan yang saya geluti, seperti menjadi dosen di PT swasta ataupun di sekolah-sekolah lainnya. waktu itu orientasi saya hanya di dunia pendidikan, sedikit-sedikit di dunia sosial. Namun Tuhan sayang pada saya, pada tahun 2007 saya berkenalan dengan dunia program pemberdayaan yang rupanya menjamur di negara kita ini, seperti program PNPM, program penanggulangan kemiskinan perkotaan, program penyediaan air minum dan sanitasi dan banyaaaaak lagi program- program pemberdayaan lainnya, yang rupanya sangat membutuhkan ilmu Teknologi Pendidikan dalam merancang dan melaksanakan program tersebut. Pertama sekali saya mendapat kesempatan menjadi trainer di program penyediaan air minum dan sanitasi (PAMSIMAS) setelah itu saya juga dapat peluang di PNPM Mandiri pedesaan menjadi spesialis training. Dari kedua program yang telah saya ikuti tersebut, saya menyadari bahwa lulusan TP dapat berkiprah di program pemberdayaan pada bidang comunity develovment (CD), oleh sebab itu untuk setiap kesempatan saya selalu mempromosikan kesemua rekan kerja baik pada atasan maupun stakeholder yang terkait dengan program yang saya ikuti bahwa lulusan TP dapat diterima sebagai tenaga CD. Nah sekarang mari semua teman TP buka mata untuk program pemberdayaan, kita kompeten kok untuk dunia pemberdayaan malah kita lebih dari mereka yang selama ini duduk sebagai CD yang latar belakangnya dari ekonomi, sosiologi dsb. mereka tidak punya ilmu merancang sebuah pelatihan, tapi mereka dituntut untuk merancangnya, akhirnya mereka baru akan mencari ilmu pelatihan dari buku. Nah kenapa kita kalah dari mereka, padahal ilmunya ada dikita. Ayo bangkit bersama

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      100% SETUJU. saya juga pernah bekerja dalam dunia community development. Bahkan pernah jadi konsultan beberapa LSM yang bergerak dalam bidang pendidikan seperti Save the Children di Aceh dan banyak lagi. Ilmu TP benar-benar saya pakai, baik untuk tahap analisis, penegmbangan, bahkan evaluasi dan implementasi kegiatan ….. :)

    25. faisal
      Nov 16th

      mkash pa atas infrmasinya,
      tapi pak, untuk kawasan penilaian dan penelitian, sy mhon penjabarannya. thanks

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      Siap. insya Allah akan saya bahas …

    26. Erikovicki
      Mar 19th

      Saya masih bingung bidang garapan apa yg mo dijadikan karier saya kelak klo sdh lulus dari TP /S1 UNJ’ ini pertanyaan yg sama sewaktu masih kuliah semester akhir perkuliahan……tahun 2002, Akhirnya itu menjadi kenyataan di kemudian hari dan sampai detik ini….berbagai bidang pekerjaan telah saya tekuni….dari bidang pendidikan, media, IT, sampai Tehnik Perkapalan, khususnya untuk OIL Project Vessel. Ya… saya rasa tergantung seleksi alam yg menjadikan kita survive atau tidak, dimanapun anda kuliah/belajar……pasti ada masalah setelah anda lulus yaitu PEKERJAAN….Saran buat yg masih perhatian dgn jurusan ini…Rancang agar pendidikan kita di Indonesia khususnya utk sekolah-sekolah agar mewajibkan terdapatnya tenaga kependidikan bidang Teknologi Pendidikan, dan ini perlu mendapat perhatian dari CIVITAS AKADEMIKA Universitas Negeri/Pendidikan (ex.IKIP) seluruh Indonesia serta alumni-alumninya……

    27. Mar 19th

      Nambahin nih… bukan Pekerjaan saja sih’ yg bermasalah tapi memang kita tidak KOMPAK dan MENYATU dalam perjuangan untuk medapatkan legalitas kita.
      Tidak mungkin itu terjadi jika kita berjuang terpecah-pecah, ingat sejarah kita, berapa banyak kerajaan2 yg akhirnya binasa karena dijajah, begitupun masalah ini…masa perjuangan sendiri-sendiri…ya…. yg berhasil sendiri-sendiri juga toh”…..tidak All TPers Indonesia. He..he…he…

    28. Fajrul Islam
      Jul 31st

      Kalo pelatihan implementasi IT untuk guru (misal pelatihan membuat media animasi dgn program Flash)itu masuk ranahnya siapa? TP atau bukan?

    29. iin.n
      Dec 7th

      Assalammualaikum,wr,wb…
      Wah terima kasih banyak pak…jadi terbuka pikiran saya dan lebih bersemangat untuk mempelajarinya…
      Semoga lebih banyaklagiilmu yang bapak tularkan kepada saya khususya…

    30. putri
      Jan 3rd

      saya siswa kelas 2 SMA jurusan IPA….
      walau saya masih kelas 2, saya ingin tahu
      -TP itu apa? apa itu termasuk prodi
      - dimana saya bisa mendapatkan Teknologi Pendidikan??
      karena ini tergolong baru dan mungkin masih sedikit yang tau, khususnya di palembang.
      Saya rasa ini ini akan menjadi Program yang paling dicari untuk kedepan. Mohon info universitasnya….

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      ya, teknologi pendidikan sebagai salah satu program studi. berada dibawah fakultas ilmu pendidikan. saat ini sdah banyak universitas yang membuka program studi ini. seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Batu Raja, UNSRI, UNIMED, UNRI, UNP, Univ Negeri Makassar, de el el. Bahkan di universitas swasta, seperti universitas pelita harapan, universitas assyafi’iyah jakarta. dll

    31. Jan 13th

      maaf Pa saya mau tanya,,
      Saya mengambil jurusan TEKPEND di universitas negeri,saya mengambil prodie konsentrasi guru TIK,,
      bagaimana menurut bapa prospek kerjanya??

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      secara pragmatis, karena diberlakukan kurikulum TIK maka diperlukan bejibun guru TIK. selama ini, banyak guru mata pelajaran lain yang merangkap jadi guru TIK, karena guru yang secara khusus mendapatkan pendidikan TIK memang belum ada. Jadi, secara praktis, ya prospektif. Cuman saya scr pribadi dan by concept ga setuju, program studi TP buka konsentrasi guru TIK. Tapi, untuk memenuhi kebutuhan praktis di lapangan, ya sah-sah saja. Masalah prospek masa depan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. kalo dalam istuasi KKN saat ini. banyak lulusan IKIP yang jadi pedagang, banyak lulusan pertanian (IPB) yang jadi Bankir, dll…… itu masalah nasib, walaupun sebenanrnya kita lah yang menentukan nasib kita … he he he he

    32. abdii
      Jan 23rd

      sya mahasiswa smester 4 di UNM makassar ju TP… saya lihat perkembangn TP di sulawesi selatan khususnya sudah lumayan, banyak instansi2 pemerintahan maupun swasta yang mulai meliriknya… artinya kedepannya untuk persoalan prospek TP sepertinya akan cemerlang….

      makasii… hidup TP

    33. Apr 10th

      dimana ada kemauan, disitu ada jalan. salam teknologi pendidikan :)

    34. paolo-efendi
      Apr 26th

      wahai teman2 senasib dan seperjuangan, sebenarnya kita semua sadar, bahwasanya kompetensi kita itu sebenarnya sangat dibutuhkan di semua kalangan. lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, lembaga sosial, maupun perusahaan-perusahaan besar, baik yang persero maupun yang swasta.
      yang jadi pertanyaan sekarang ialah, mengapa semua kalangan tersebut tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk mengamalkan ilmu TP, padahal ilmu TP sangat bermanfat sekali bagi mereka.
      masalah inilah yang seharusnya dipecahkan oleh para petinggi-petinggi TP yang mempunyai wewenang dan kekuasaan, serta para alumni yang telah berhasil dan sukses dengan kompetensinya.
      para alumni TP yang telah berhasil dan sukses dengan ilmu TP, haruslah mensosialisasikan kompetensi TP yang sangat bermanfaat ini. ini merupakan PR besar bagi mereka yang telah berhasil dan sukses, bukan para mahasiswa yg harus berjuang untuk mencari tempatnya. karena jangankan berjuang, kesempatan untuk menunjukkan kemampuanpun sangat sulit didapatkan para mahasiswa TP.
      salam senasib dan seperjuagan TP UNESA.
      ingat ” kemajuan negara ini ditentukan oleh mutu pendidikan, sedangkan mutu pendidikan ditentukan oleh teknologi pendidikan, karena teknologi pendidikan merupakan alat memecahkan msalah pendidikan “

    35. [...] paolo-efendi Says: wahai teman2 senasib dan seperjuangan, sebenarnya … [...]

    36. eko
      Jul 12th

      pak,apakah TePe bisa jadi PNS? terima kasih

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      menurut kamu? PNS adalah salah satu kategori besar lapangan pekerjaan. yang tidak sekolahpun bisa jadi apapun. Anda juga bisa jadi apapun yang Anda mau. Sejauh Anda bisa memanfaatkan ilmu yang dimiliki. bisa jadi PNS atau non PNS.

    37. Dewi Setiawati
      Jul 23rd

      Saya pernah beberapa kali mencoba mengikuti tes PNS, dari DEPAG, DIKNAS, dan DEPLU, itupun saya lakukan karena disuruh orang tua, karena image mereka (orang tua) kalau masuk PNS itu enak alias senang…! dapat uang pensiun.. sampai akhirnya mungkin pemikiran orang banyak di Indonesia hampir semuanya sama ingin masuk PNS…. Dan akhirnya sampai saat ini kesempatan untuk masuk PNS sudah tidak ada peluang lagi (alias umur mentok). Mindset saya rubah tidak harus menjadi PNS, apapun yang kita kerjakan saat ini bermanfaat orang lain dan mendapatkan rizki yang halalthoyiban (dunia akhirat).

    38. alfaritsi
      Jul 25th

      klo jurusan kurtekpend tapi S2 nya ga pengen jurusan itu tp masih berkaitan dengan tekpend kira2 jurusan apa ya? ada ga? trus bisa ga? atau memang harus melanjutkan dijurusan yg sama juga?

    39. Jacky Martin
      Jul 27th

      kalau menurut saya, lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan dan keberhasilan seseorang. Dalam hal lingkungan pendidikan, Kepekaan, motivasi, dukungan dan appresiasi teman2, terlebih dari para pengajar atau dosen, sangat berperan. Ketika seseorang berada dalam “lingkungan belajar” yang “kondusif” ia bukan hanya akan sangat mendedikasikan seluruh waktu&pikirnya terhadap lingkungan dimana ia berada, tetapi juga menumbuhkan kreatifitas untuk selalu berusaha menciptakan yang terbaik, yang bermanfaat bagi diri pribadi&masyarakat luas. Ironisnya, TP dengan sekian ribu teori indah kenyataannya belum mampu diimplementasikan oleh para yang menyampaikan teori itu sendiri. Slogan “Guru Sebagai Fasilitator”, “anda yang menentukan masa depan anda sendiri” dijadikan pembenaran manakala dosen mempertontonkan sikap yang tidak patut diteladani ataupun untuk menutupi ketidak profesionalannya sebagai seorang pendidik. Dosen menuntut mahasiswanya kreatif, padahal untuk mengerti kesungguhan usaha mahasiswanya saja, dosen2 TP sudah kehilangan sensitifitasnya. Apa ada dosen TP yang berpikir, ketika ia bersikap kepada mahasiswa, baik dari sisi lisan, afektif, maupun kebijakannya, itu bukan hanya akan berimbas pada internal mahasiswa tersebut, tapi berimbas besar juga pada orang tua, saudara, serta kawan2 mahasiswa tersebut. Sebelum mengatakan “Itu urusan anda” dengan ekspresi batu, apakah pernah dosen2 TP menyadari bahwa untuk sekedar hadirnya mahasiswa pada perkuliahannya, harus sekian banyak waktu, tenaga, biaya, kesehatan fisik, serta hal-hal penting lainnya yang harus dikorbankan. Kalau para pejabat TP akhirnya menyadari, tidak ada masa depan berkilau yang mampu dijaminkan pada lulusannya, kenapa bersikap, berprilaku sebagai manusia, saja tidak sanggup? Apa sih yang ingin dikenangkan? Sekedar memberi senyum tulus sebagaimana orang tua yang iklas ingin yang terbaik bagi anaknya, dosen2 TP tidak mampu. bagamana mau menyemangati. Apalagi sampai nyata2 mencontohkan seperti apa itu kompeten. seperti apa itu profesionalisme. S1 ingin dipahami SD. Dosen ingin dipahami oleh S1. Padahal orang yang bisa memahami orang lain hanya orang2 yang tidak cukup cuma bergelar panjang, tetapi memiliki keilmuan yang luas dan cerdas. Kalau sudah sampai pada tingkat itu, yah langsung jadi Prof. donk! ga pake S1.

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      itu pasti. itulah gunanya ilmu pendidikan, dimana salah satunya teknologipendidikan. Melakukan kajian, penelitian dan penerapan upaya memfasilitasi lingkungan yang kondusif dalam mendorong terjadinya proses pendidikan (belajar) yang optimal yang tidak hanya terbatas di lembaga pendidikan formal tapi juga non formal, dan informal

    40. Novy
      Sep 13th

      Salam, kenal.
      Saya Novy, maaf saya bukan alumni Teknologi Pendidikan, saya alumni Teknik Informatika yg berkecimpung di dunia pendidikan.

      saat ini saya mengajar di SDN, SMP, dan SMA, hanya saja untuk SMP & SMA status saya guru dari Lembaga Komputer.

      Dulu saya tidak tahu kalau ada Jurusan Teknologi Pendidikan, saya sangat tertarik pada bidang study ini. menurut Bapak, apakah saya bisa meneruskan pendidikan ke Teknologi Pendidikan, atau saya kuliah lg dari awal????

      Terima Kasih, mohon di balas Bapak, saya tunggu.

    41. Sep 21st

      artikel yang lumayan bagus sir,,
      janga pernah merasa ragu jika kita kuliah dijurusan TP, meskipun banyak orang yang meragukan jurusan TP. Itu tergantung dari usaha kita masing-masing…. keluaran mahasiswa TP bisa mengembangkan lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia saat sekarang ini,… jayalah TP selalw… By nak TP09 UNM

    42. Sep 26th

      Assalamu’alaikum wr,wb

      saya Ridwan
      jadi pendidikan gak asal-asalan ya,,
      soal’a tanggung jawab’a sangat berat sekali,
      tentang gambar di atas itu tentang kawasan garapan bidang teknologi pendidikan mungkinkah dia mengerjakan pekerjaan sebanyek itu ??

    43. Sep 26th

      Assalamu’alaikum wr,wb

      saya Ridwan
      jadi pendidikan gak asal-asalan ya,,
      soal’a tanggung jawab’a sangat berat sekali,
      tentang gambar di atas itu tentang kawasan garapan bidang teknologi pendidikan mungkinkah dia mengerjakan pekerjaan sebanyek itu ??

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      ha ha ha, ga juga lah. makanya perlu ada spesialisasi. sy sendiri lebih cenderung sebagai instructional designer. tidak semuanya

    44. Dec 9th

      Halloo pak uwes still remember me??..sy rany dulu S1 TP non reguler 2001..seangkatan dengan pak Sugi,pak Agus, bu Berliana dkk..jadi mau ikut diskusi nehh..
      kawan-kawan..sarjana TP sy sangat berguna dalam kegiatan sehari-hari sy sebagai guru Pariwisata di SMKN 57, dalam hal apa, mulai dari merancang pembelajaran, mengatasi masalah belajar murid, mengembangkan inovasi baru terutama media pembelajaran, tetapi yang terutama cara berpikir kita untuk pendidikan..sementara orang lain masih mempermasalahkan kenapa pemerintah khususnya kementrian pendidikan dan budaya mengganti-ganti model kurikulum, sy lebih terbuka, karena sebetulnya hal yang baru di masyarakat di TP itu sudah hal biasa..untuk jabatan semua berpulang pada individu masing-masing, kalau memang disukai dan bisa memegang jabatan pasti karir akan cemerlang..untuk pengakuan sarjana TP..nahh sy setuju kalau kita memperjuangkan bersama..keep success all!!

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      selamat, bu rani. tetap dalam perdjoeangan mencerdaskan negeri

    45. Feb 13th

      Terimakasih kini wawasan saya sedikit terbuka setelah membaca artikel ini. Saat ini status saya adalah sebagai mahasiswa akhir Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Jakarta. Skripsi yang saya garab kebetulan berhubungan dengan multimedia, tepatnya multimedia interaktif untuk pembelajaran kosa-kata bahasa Arab. Judul ini saya ambil karena kebetulan di luar jam perkuliahan saya juga mendalami ilmu desain secara otodidak dan banyak bergaul dengan anak TI.

      Selain itu, saya juga melihat,perkembangan pendidikan bahasa arab, khususnya dalam ranah medianya sepertinya sangat kurang sekali SDM develovernya. Pembelajaran bahasa arab masih terkesan klasikan. Oleh karena itu saya mencoba sedikit bergerak dari kesan klasik tersebut. Ya walaupun tantangannya adalah: skripsi jadi lebih susah karena “contekan skripsi yang sejenis” sangat jarang”. Oleh karena itu mohon do’anya. ;-)

      Dilain hal, sebenarnya saya sangat tertarik untuk meneruskan studi saya ini ke S2 Tekno Pendidikan. Beberapa kampus di Jakarta saya liat beberapa mengadakan perkuliahan ini. Mudahan tidak ada halangan yang melintang untuk niat saya meneruskan ke sana. ;-)

      Saya sangat tertarik untuk berbincang langsung dengan Pak Uwes A. Chaeruman, kalaulah ada kesempatan bolehlah kita bersua, baik secara online atau offline. ;-)

      regards
      Rifani Muhammad Syaferi

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      Baik Rifani, silakan kalau mau ketemu. saya deket ko dengan UIN, sy di Pustekkom, Ciputat. Banyak juga mahasiswa UIN yg minta sy bimbing secara informal. welcome, any time. :)

    46. May 6th

      maaf mas mau nanya …kalau S2 sama S3 Pendidikan TIK adanya dimana yah ??? mohon jawabannya yah mas..trims.

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      oh buanyak mbak. tapi bukan pendidikan TIK, tapi pakultas ilmu komputer. belajar tentang tenologi informasi, teknologi komunikasi dll. Kalau S2 dan S3 pendidikan guru TIK, ga ada. di Indonesia, maupun didunia lain. :)

  • Leave a Reply

    Let us know what you thought.

  • Name (required):

    Email (required):

    Website:

    Message: