Posisi Learning Object dalam e-Learning

Besok, tanggal 11 kite ceritanya mau cuap-cuap tentang e-materi untuk para Perguruan Tinggi swasta yang memenangkan hibaah pengembangan e-materi dari Dikti. Para pemenang hibah ceritanya akan menyelenggarakan model e-learning. Oleh karena itu perlu pembinaan teknis tentang hal tersebut.
Dalam benak saya, alangkah baiknya kalau dalama materi tersebut sy coba ajak berkenalan dengan seting pembelajaran dalam konteks e-learning. Disini perlu didudukan persoalan tentang pembelajaran sinkronous dan asinkronous yang masing-masing terbagi menjadi dua kategori. Pembelajaran sinkronous terbagi menjadi: 1) sinkronous langsung (live synchronous) dan 2) sinkronous maya (virtual synchronous). Sementara seting pembelajaran asinkronous terbagi menjadi: 1) asinkronous mandiri (self-paced asynchronous) dan 2) asinkronous kolaboratif (collaborave asynchronous). Begitu. Contoh sinkornous langsung, ya pembelajaran tatap muka seperti dalam proses pembelajaran konvensional. Kenapa disebut demikian? karena proses pembelajaran terjadi pada saat (dimensi waktu) yang sama dalam tempat (dimensi ruang) yang sama. Sinkronoous maya, contohnya adalah chatting (walau kadang delayed juga ya, ga sinkron banget sebenarnya), konferensi komputer, konfernesi video, kenferensi audio dll. Kenapa disebut sinkornous maya? karena pembelajarannya terjadi pada saat (dimensi waktu)yang bersamaan, tapi dalam lokasi (dimensi ruang) yang berbeda-beda satu sama lain. Clear toh?
Sedangkan pembelajaran asinkronous secara umum terjadi baik pada saat (dimensi waktu) dan tempat (dimensi ruang) yang berbeda satu sama lain. Pembelajaran sinkronous mandiri, contohnya adalah siwa/mahasiswa mempelajari modul (dalam bentuk pdf, html, swf, flv) yang disediakan di web (terserah menggunakan learning/content management system (L/CMS) apapun, biasanya sih menggunakan platform moodle). Kenapa disebut sinkronous mandiri? karena kendali, kapan harus mempelajari modul2 tsb, dimana mempelajarinya, kapan mempelajarinya ada di tanag mahasiswa/siswa itu sendiri sesuai dengan kondisi dan kecepatan belajarnya masing-masing. Nah, kategori satunya lagi adalah asinkronous kolaboratif. Kenapa disebut asinkronous kolaboratif? karena proses belajarnya terjadi pada waktu yang berbeda di lokasi yang berbeda satu sama lain dan melibatkan lebih dari dua orang. Contohnya adalah seorang dosen melemparkan isu diskusi yg menantang dan menarik lewat forum diskusi dengan harapan mahasiswa lain menanggapi permaslahan tersebut. Atau sebaliknya, mahasiswa melempar isu diskusi lewat forum diskusi untuk ditanggap oleh mahasiswa lainnya. Atau, dosen memberikan tugas terstruktur secara kelompok, berupa membuat proyek, memecahkan masalah, dll. Gitu, fren.

Capek nih nulisinnya. Selanjutnya silakan lihat saja presentasi saya sebagai berikut: e-materi dalam e-learning


Share/Bookmark this!

3 Comments

  • 12/08/2012

    Pertama kali dalam bayangan saya tentang e-learnng adalah materi yg dibuat dan diakses dengan menggunakan media komputer (teknologi). Boleh dikata pandangan umum, makanya berani mengusulkan proposal dan ALHAMDULILLAH diterima tp setelah ikut bimbingan teknisnya pengen rasanya mengundurkan diri (beraat neh pertanggungjawabannya). Muncul dalam hati, “ini tantangan bro mari kembangkan pengetahuan jangan berputar dikisaran blog gratisan” dengan harapan Pak Uwes bersedia membimbing ………hehehe. Thanks mas

  • Ma'ruf says:
    12/09/2012

    Saya sangat senang bisa belajar tentang e-learning. terus terang saya pernah juga ikut tranning oleh flex Point Consulting yang juga membicarakan tentang Introductional dan Design e-learning. masing-masing konsep sangat mendukung dan menambah pemahaman saya tentang e-learning.saya juga salah satu tim yang lolos dalam program Hibah MPNK

Add comment